Menegangkan: Ujian Skripsi Prodi PAI STAIMU Pamekasan

Proses pelaksanaan ujian skripsi prodi PAI berjalan sangat menegangkan bagi peserta munaqasah, ujian yang diselenggarakan selam 2 hari (07 Oktober 2018 – 08 Oktober 2017) ini berjalan lancar dan disiplin. Dosen yang menjadi tim pengujipun dipilih secara kolaboratif, mulai dari dosen senior sampai dengan dosen junior (muda), dan kesemuanya mempunyai kemampuan sendiri sesuai dengan disiplin keilmuan yang dimiliki.

Ujian kali ini sangat berbeda atmosfernya ketimbang ujian tahun lalu, jika tahun kemaren masih banyak dispensasi untuk mahasiswa, namun tidak di tahun ini. “Semua dosen menguji sesuai dengan aturan dan tatib yang disediakan oleh prodi, jadi tim penguji harus mengacu kepada aturan tersebut, maka tidak heran jika mahasiswa yang diuji sekarag banyak yang gagal (tidak lulus).” Ungkap P. Usman, M.Pd selaku tim penguji.

Dari 91 peserta ujian skripsi, ada sekitar 13 mahasiswa yang tidak lulus. Dari 13 peserta ini kebanyakan karena faktor intensitas bimbingan yang kurang, sehingga mereka tidak mampu mempertahankan skripsinya. Selain itu, faktor ketidak lulusannya juga disebabkan oleh plagiasi atau dibuatin orang lain. “Memang mahasiswa banyak yang enteng, buktinya ketika pendaftaran mereka banyak yang daftar di detik-detik akhir pendaftaran mau ditutup, ketika ditanya mereka banyak yang mengatakan masih belum di acc oleh dosen pembimbing. Kesimpulannya, berarti dari dulu mahasiswa banyak yang tidak bimbingan.” Begitulah yang dikatakan oleh Pak Bahrul Ulum selaku panitia penyelenggara dan sekretaris prodi PAI.

Ujian skripsi tahun ini harus menjadi pelajaran bagi mahasiswa angkatan selanjutnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Pembantu Ketua 1 Bapak Rusdianto, M.Sos.I, “ujian yang sekarang menjadi pelajaran berharga untuk mahasiswa, agar mereka tidak menganggap enteng.” Dan pihaknya juga masih ingin mengevaluasi proses pelaksanaan ujian ini, jika memungkinkan akan diadakan ujian gelombang 2.

Ketua Prodi PAI Bapak Abd Ghani, M.Pd.I menegaskan kepada seluruh mahasiswanya, agar kejadian ini tidak terulang kembali. “Saya harap mahasiswa betul-betul memperhatikan, agar kasus mahasiswa tidak lulus ujian skripsi seperti ini tidak terulang lagi. Jadi tolong untuk mahasiswa priode berikutnya, bimbingan harus benar-benar inten dengan dosennya, dan skripsi hasil penelitiannya juga harus benar-benar dipahami.” Himbau beliau di ruang kantornya. Ketua prodi juga akan menindak tegas bila di angkatan selanjutnya masih ada mahasiswa yang tidak sampai 6 kali bimbingan, sebagaimana yang sudah diatur didalam tatatertib ujian skripsi.

Reporter: Viki
Editor: Admin

admin
Kami menerima tulisan dalam bentuk essai, opini, resensi, cerpen; baik dosen, mahasiswa, maupun umum selama tidakmenyinggung unsur SARA dan pornografi. Admin berhak mengedit tulisan yang masuk, dan artikel yang dimuat berada dalam tanggung jawab penulis masing-masing. Untuk berkontribusi, kunjungi menu "Kontribusi" di pojok kanan atas.

Leave a Reply