BIMTEK SPMI: Melalui SPMI Kita Tingkatkan Budaya Mutu Yang Berkelanjutan

Sebuah Laporan Khusus Dari Hasil BIMTEK SPMI Di UPN Veteran Jawa Timur, 29-30 Agustus 2017

Acara ini diselenggarakan berangkat dari kegelisahan Direktorat Jenderal pendidikan tinggi, terkait dengan mutu perguruan tinggi yang akhir-akhir ini menurun dari beberapa aspek, hal ini sesuai dengan laporan dari BAN-PT bahwa nilai akreditasi program studi di semua perguruan tinggi mengalami penurunan great, ini semua karena tidak didukung dengan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bahkan tidak berjalan sama sekali.

Acara Bimtek ini diawali dengan sambutan Bapak Rektor UPN Veteran Jawa Timur, dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek ini merupakan program tindak lanjut dari bimtek-bimtek sebelumnya. Program ini dianggap sangat penting karena kata beliau untuk mengahasilkan Human Good atau the best output, maka SPMI di perguruan tinggi harus eksis untuk mengawal program kerja yang sudah ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi.

Dalam hal ini SPMI sebagai bentuk sistem penilaian internal perguruan tinggi sedangkan penilaian secara eksternal dengan akreditasi. Menurut beliau (Rektor UPN Veteran) bahwa, disamping SPMI itu sebagai sistem penilaian (audit mutu internal) juga dapat dikatakan ruh-nya perguruan tinggi, karena pada dasarnya program-program kerja di prodi itu berjalan dengan baik akan tetapi SPMI-nya tidak berjalan, maka sama saja dengan matisuri. Prinsip kita adalah dengan SPMI kita tingkatkan budaya mutu yang berkelanjutan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi I yang diisi oleh DR. Alvin Bagian LPM UIN Malik Ibrahim Malang, tentang kebijakan SPMI di Lingkungan perguruan tinggi, yang intinya bahwa SPMI yang akan kita lakukan lebih baiknya berbasis akreditasi sehingga ada sinergisitas atara penilaian internal dan penilaian eksternal

Kemudian acara dilanejutkan pada sesi ke II yang diisi oleh Prof. Moeses Laksono Singgih,Ph.D., sebagai assesor dan tim Instrumen BAN-PT, deng tema Instrumen BAN-PT Tahun 2018, ada beberapa catatan yang dapat saya tangkap dari apa yang disampaikan beliau yakni “

“Beberapa konstribusi SPMI yang dijalankan dalam satuan pendidikan di lingkup Perguruan Tinggi memiliki beberapa manfaat diantaranya manfaat terkait: (1) Pengetahuan (Knowledge), yakni SPMI sebagai alat untuk menganalisis keadaan dan relevansi berbagai aspek akademis serta non akademis di lingkup Perguruan Tinggi yang dapat dijadikan acuan/fokus penilaian; (2) Pengembangan (Development), yakni SPMI sebagai dasar pengembangan implementasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi; serta (3) Akuntabilitas (Accountability), yakni evaluasi dari SPMI dapat digunakan sebagai laporan hasil implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang akuntabel dan transparan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).”

Disamping itu beliau juga menyampaikan bahwa, sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dipandang sebagai salah satu cara untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi.

Secara umum, pengertian penjaminan mutu (quality assurance) pendidikan tinggi adalah:

  1. Proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga pelanggan memperoleh kepuasan.
  2. Proses untuk menjamin agar mutu lulusan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan/dijanjikan sehingga mutu dapat dipertahankan secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Dengan kata lain, perguruan tinggi dikatakan bermutu apabila mampu menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif), serta mampu memenuhi kebutuhan/memuaskan stakeholders (aspek induktif) yaitu kebutuhan masyarakat, dunia kerja dan profesional. Sehingga, perguruan tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan dan mengendalikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu.

Kemudian acara dilanjutkan pada Sesi ke III yaitu setiap perguruan tinggi mempresentasikan kondisi SPMI-nya masing-masing, yang kemudian dikomentari oleh fasilitator serta shering dengan perguruan tinggi lain, dan di sesi ini kita mendapat apresiasi yang luar biasa dari fasilitator dan peserta dari perguruan tinggi lain karena ke khasan perguruan tinggi kami yang berada di tengah-tengah pesantren, dan diantara perguruan tinggi yang hadir diacara ini hanya STAI Miftahul Ulum lah yang berasal dari perguran tinggi pesantren. Dan perlu kita ketahui bersama bahwa STAI Miftahul Ulum Pameksan adalah satu-satunya perguruan tinggi yang berada dibawah naungan kopertais Wil IV Surabaya yang mendapat undangan Bimtek SPMI ini. Acara ini dikomandani oleh UPN Veteran Jawa Timur yang bekerjasama dengan direktorat jenderal pembelajaran dan kemahasiswaan Kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi.

Leave a Reply